Pulau yang Tersembunyi



Oke, saatnya kita ngopi sejenak untuk menghela nafas dan berpikir kalau hari ini kita masih
bisa "menikmati hal indah". Tanggal 18 Agustus 2016, tanpa rencana dan tak ada wacana. Saya di perkenankan berkumpul bersama teman-teman alumni SMK Telkom malang di kedai kopi berjudul Omah66 di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Pembicaraan dimulai sampai akhirnya sebuah trip ke Pulau Tersembunyi ini terdengar. Sudah di rencanakan jauh-jauh hari dan sudah matang. Satu hal, kita butuh mobil untuk menuju ke dermaga / meeting point Muara Angke. Oke, saya ada mobil dan saya positif ikut tanpa wacana lagi, karena memang tanggal tersebut saya libur shift kerja.

Tanggal 19 Agustus 2016 malam, berkumpul di basecamp alumni. Nonton MU dan tanggal 20 Agustus 2016 jam 5 pagi, dengan sedikit mata terbuka, sholat subuh and here we are. We are going to Hidden Island, but wait, kita tidak tahu dimana dermaga Muara Angke. Ada 3 rombongan, 2 mobil sudah sampai Muara Angke dan saya masih berkelahi dengan Aplikasi maps Waze. Salah jalan dan back back back, anggap saja ini cerita masa depan untuk anak kita.

Kembali ke rute yang sebenernya dan didepan sudah ada teman kita yang menunggu. Oh iya, kita rombongan berjumlah 14 orang. Sebagian besar adalah orang jawa timur. Beberapa ada yang keturunan Batak dan kita bisa berbagi sama lain. Beautifull of Indonesia.

Berangkat dari Muara Angke ke Pulau Harapan jam 8 sampai Pulau Harapan jam 11 siang. Kita langsung bertemu guide disana dan berangkat dari Pulau Harapan ke Private Island jam 12 dan selama 1 jam kita sudah sampai di Pulau yang tersembunyi.

Turun dari kapal, bersiap mendirikan tenda. Tenda selesei, sebagian team menyiapkan makan siang dan lanjut ke laut untuk snorkeling. Disini, saya adalah orang yang gak suka snorkeling, lebih baik saya pegang kamera dan motret teman-teman. Yeah, it's me.

Tempat pertama snorkeling adalah yang terburuk karena "no fishes there, some of us will be sad because they need to catch the fishes for half of his life". Tapi, guide kita memang canggih, mereka tahu dimana tempat yang mempunyai banyak ikan. Senang, bahagia karena memang kita mengharapkan apa yang kita harapkan setelah meninggalkan Pulau Harapan. Ikan didapat, senangpun kemudian.





















Hari semakin sore, snorkeling selesei dan sunset pun tiba. Can you imagine that ? I got the best sunset in my life so far. Sunset di P. Perak, mungkin ini adalah next destinasi saya setelah saya datang kesana. Pasir putih, bersih dan sunset yang sangat luar biasa. Secangkir kopi pun akan melengkapi hidup ini untuk menikmati senja di sore itu.




Well done, hari pertama ditutup dengan api unggun, sedikit nada nada false dari saya dan sedikit kelelahan yang akan menyenyakkan tidur kita nanti. Oh iya, kita menggunakan tenda di Pulau ini. Malam hari panas, sore hari sunset yang indah dan pagi hari adalah pagi yang mengharapkan sunrise terbaik, And we arent lucky lah, hujan rintik-rintik menangisi kesedihan para jomblo yang akan membuat kenangan - kenangan mereka menempel dan mengingat bahwa mereka pernah punya ikan yang susah di tangkap. Jam 5 itu, hujan datang dan mataharipun tak mau tersenyum sedikitpun. Hanya si jomblo yang tersenyum terpaksa melihat keheningan dan keindahan pulau itu.

No good story after this, we need to go home and selamat jalan Pulau Tersembunyi, hidup penuh kenangan, hidup penuh ikan, pancing adalah properti tapi hati akan selalu menjadi ujung tombak yang akan menghujam tajam ke relung hatinya.

Terimakasih kawan, see you in the next trip.

Awan Argoho

Instagram