Simpan Senyum Dia Selalu Dalam Hati





25 Oktober 2009. Apa yang akan terjadi di hari itu adalah bukan kehendak saya. Namun, semua itu Allah yang berkehendak penuh, kecuali memang saya melakukan kesalahan. Tanggal itu, tanggal dimana saya bertemu dengan senyuman itu. Tak terlupakan jelas dan sangat indah untuk disimpan dalam hati. Hati sayalah yang akan berkata, akan saya cintai sepenuh hati saya menyimpan senyum itu. Atau malah akan saya hancurkan senyum itu dengan kepahitan hidup saya yang belum jelas dimana arah tujuan hidup saat itu.

Siang di tanggal yang sama. Dimana, masa masa muda adalah hal yang paling indah dalam hidup, itupun terjadi. Cinta, sayang dan semua gombalan ini tercipta karena memang semua itu adalah naluri seorang lelaki. Hari itu juga, saya berkata, saya cinta senyum itu dan saya mau jadi pacar kamu.

Sesuai ekspektasi. Saya di terima dan sudah saya duga sebelumnya. Bahagia mungkin, senang mungkin bahkan sedih mungkin. Setelah sebelumnya saya berjanji tidak akan pacaran karena sakit hati dari senyum pahit mantan saya.

Belajar dari kesalahan dan menjadi lebih dewasa. Hidup tak semulus membalikkan telapan tangan, tapi juga tak sesusah membalikkan telapak kaki. Saya kuasai hati dan senyum dia. Saya menyukai senyum itu dan berjanji akan menjaga senyum sampai hari itu terjadi. Janji menikahinya di masa muda adalah janji palsu yang akan membuat senyum itu terus tersenyum selama hidup ini. Janji palsu akan berubah menjadi janji yang menjanjikan ketika saya datang ke rumah dia dengan keluarga saya dan mengucap kata "Ku pinang".

Iya, dia sekarang sudah berubah status dari pacar menjadi Tunangan. Dan planning nikahpun sudah di buat. InsyaAllah 2017 akan kita hadirkan perkawinan 2 manusia yang sudah menjalin hubungan 6 tahun lebih ini.

Terimakasih untuk Dia, Widya Ayu Ningtyas.
video
Saya akan menikahimu segera.

Awan Argoho

Instagram