Singapore , Target yang Hampir Punah


Singapore. Kedua kalinya saya datang kesini. Pertama adalah sesuatu yang susah dilupakan namun tanpa adanya bukti jepretan satupun. Kedua adalah mencari dan bernostalgia kunjungan pertama. Negara kaya, bukan lelucon tapi memang sudah terbukti kaya dan sangat menarik untuk dijadikan tujuan kerja selanjutnya.

Hampir putus asa. January 2016. Seharusnya saya sudah bekerja disana dan sudah mencapai target 2016 saya. Resolusi yang seharusnya menjadi tombak untuk bertahan hidup menjadi sebuah wacana kopi darat masyarakat Indonesia. Apalagi yang harus di sesali, salah saya yang men DO kan diri dari Universitas untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang seharusnya tak berguna. S1 atau apalah itu bukan prioritas saya. Namun pada akhirnya, Iya saya menyesal dan harus melanjutkan itu. Singapore, tahun-tahun berikutnya akan tetap jadi resolusi saya.

Lupakan penyesalan, kita mulai dengan negara kecil ini. Negara yang tak sebesar kota Jakarta ini, sudah mempunyai infrastruktur canggih. Bukan karena pemerintahnya, tapi karena masyarakat yang akan selalu mematuhi peraturan disana. Nyebrang jalan bukan di tempat penyeberangan, Anda akan di denda. Kecil tapi sakit.

Tepat waktu. Mungkin kalo tepat waktu di Indonesia adalah hal yang sudah langka. Maka, di Singapore adalah hal yang biasa. Time is money, bukan tapi karena memang sudah kebiasaan. Macet, iya tapi tak ada keterlambatan.

Training. Di Singapore, saya training disana. 2 kali dan iya benar masih training 1 produk. Dan iya, masih sama trainernya. Orang India, dengan nada khasnya, berkomunikasi bahasa Inggris, dengan kepala digoyang, kanan-kiri namun merekalah orang yang menakjubkan dan tak kenal lelah.


Orang China dan India. Datang ketemu orang China India, pergipun begitu. Mungkin memang negara ini adalah negara campuran, oh bukan inilah Singapura yang menghargai ras satu sama lain.


Kalau Anda pernah bilang, Singapore kecil tapi mengalahkan Indonesia, Anda salah. Indonesia akan tetap selalu di hati sampai kapanpun itu. Indonesia besar karena memang Indonesia besar.

Garuda Indonesia, Garuda di dadaku.

Awan Argoho

Instagram