Momen, Kenangan dan Masa Lalu, Ngawi






Kota Ngawi. Lebih dari sekedar kota yang hanya berisikan beberapa orang saja dan jauh dari keramaian mobil-mobil berkelas layaknya Jakarta, domisili saya saat ini. Ngawi, 1 kata 1 kota 1 km tak lebih jauh dari sambungan bengawan Solo. Dan disinilah saya ada, saya mulai cerita kisah kehidupan saya yang sangat indah. Lahir disini adalah suatu kebahagiaan yang susah untuk di tuliskan dengan kata-kata indah layaknya puisi seorang pujangga perangkai bunga.


Kenangan yang seakan tidak bisa lepas dari ingatan ini. Dari soal cinta, sepakbola, hal tak kasat mata, sahabat dan yang jelas keluarga. Berbagai cerita indah dan tak indahpun akan selalu menempel di hati dan otak pemuda tanpa jelas dimana dia berada.

12 Oktober 1991. Awan Argoho, lahir di Ngawi pada sekitaran subuh. Dan setelah beberapa tahun saya tumbuh besar sebagai seorang anak kecil yang boleh di bilang pintar dan beruntung. Di TK saya masih ingat, saya begitu disukai oleh beberapa teman-teman cewek. 2 cewek yang saat itu memang primadona di TK. Cantik seperti boneka. Tak tahu dimana sekarang mereka. SD pun masih sama, setiap semester saya selalu menjadi 5 besar diantara teman-teman. Dan disinilah kasat mata itu mulai terasa. Beberapa diantaranya, saya pernah dan tak akan bisa saya lupakan kejadian ini. Saya adalah anak yang termasuk golongan anak baik dan gampang diatur, waktu itu saya adalah pemain hadroh di masjid lingkungan saya. Suatu saat kita saya sedang ada lomba hadroh / rebana di Kota. Mau tak mau, kita harus pulang malam. Beberapa teman saya menginap dirumah saya dan waktu itu tetangga saya baru saja meninggal 3 hari sebelumnya, benar-benar sebelah rumah saya. Saya pulang dan seperti biasa diwaktu kecil saya akan selalu memasukkan sandal-sandal saya dulu ke dalam rumah agar aman dan tidak di curi orang. Namun, ketika saya melihat ke arah rumah tetangga saya itu, dengan jelas saya bisa melihat Mr. Poci sedang mengangguk-anggukan kepalanya dan itu terjadi selama beberapa menit. Bergegas saya dan langsung tidur tanpa bicara apapun.

Kehidupan SD adalah kehidupan yang masih di penuhi dengan hal-hal mistis bagi saya. Pernah suatu ketika saya sedang berpose di kaca almari saya. Waktu itu adalah jam 5 pagi. Dan lampu teras menyala sedangkan lampu rumah mati. Secara otomatis, kita akan melihat bayangan di teras kalau semisal ada sesuatu yang lewat. Dan benar saja, saat itu saya liat kedepan ada bayangan macan lewat secara perlahan yang memperlihatkan punuk nya yang gagah. Saya liat terus karena saat kecil melihat binatang adalah suatu kebahagiaan tersendiri namun secara perlahan macan tersebut hilang. Saya hanya terdiam dan tak memikirkan apa-apa.

Dan sebenarnya masih banyak kejadian-kejadian mistis terjadi dan kebanyakan di rumah saya. Memang katanya rumah saya ini sedikit angker. Sampai sekarangpun, kadang saya masih bertemu dengan makhluk kasat mata. Namun, hanya berupa mimpi, ketindihan dan suara-suara.

Oke, lanjut ke tingkat SMP. SMPN 1 Ngawi adalah sekolah yang menjadi bukti seorang anak yang mempunyai otak pas-pasan dan beruntung. Di SMP ini banyak sekali kisah-kisah cinta ala monyet. Kisah kepopuleritasan seorang anak muda berparas biasa saja. Banyak yang bilang saya mirip Harry Potter, dalam hati saya, "Alhamdulillah" sambil ngaca di jendela kelas.

Pacar pertama adalah satu kelas saya. Cuma seminggu dan saya malah berpaling ke sahabatnya yang akhirnya juga putus karena katanya dia lesbi. Saya pacari lah lesbian dia dan tak berlangsung lama juga. Haha, memang saya dulu terkenal dengan ke playboy an saya. Sampai sekarang pun masih banyak yang bertanya, "masih suka ganti-ganti pacar wan ?".

"Bro, hapemu itu apa ?" Teman SMP saya ini bertanya dan memegang HP dari kakak saya. Dia amati hp saya dan dari situlah saya bertemu seorang sahabat yang sampai sekarang tidak akan pernah saya lupakan. Sahabat yang akan selalu membuat pikiran saya terbuka dan membuat hidup saya lebih berkembang sampai sekarang. Amazing boy of my childhood.

Sepakbola adalah hobbi saya saat itu. Prestasi demi prestasi saya raih di bidang ini. Piala Britama, Piala Internal Cup dan futsal antar SMP. Suatu kebanggaan saya karena bisa bermain bola dan mempunyai banyak teman disini. Dan setiap pulang ke Ngawi, ajakan bermain futsal adalah sesuatu yang sangat saya nantikan. Salah satu kenangan indah saat itu.

Itulah sebagian kisah yang belum saya ceritakan secara detail karena memang saya hanya akan menceritakan garis besar di webpage ini. Saya bukan penulis, ini hanyalah isi dari otak saya yang selalu berputar dan harus di tulis.

Thanks.

Awan Argoho

Instagram